Gusi bayi adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang gigi yang sehat. Merawatnya dengan benar sejak dini tidak hanya mencegah infeksi, tapi juga membantu bayi beradaptasi dengan pertumbuhan gigi pertamanya. Banyak orang tua mengira perawatan gusi baru dimulai saat gigi muncul, padahal justru sejak bayi lahir, gusi perlu dijaga kebersihannya.
Membersihkan Gusi Sejak Hari Pertama
Sebelum gigi tumbuh, gusi sudah menjadi tempat penting bagi keseimbangan bakteri di mulut bayi. Membersihkan gusi setiap hari membantu mencegah penumpukan sisa susu yang bisa menyebabkan radang.
Gunakan Kain Lembut dan Air Hangat
Langkah paling dasar adalah mencuci tangan terlebih dahulu, lalu menggunakan kain kasa atau waslap lembut yang dibasahi air hangat. Usapkan perlahan ke seluruh permukaan gusi, bagian dalam pipi, dan lidah.
Lakukan dua kali sehari pagi dan malam sebelum tidur untuk memastikan kebersihan mulut bayi tetap terjaga.
Rutinitas Awal yang Menumbuhkan Kebiasaan
Selain menjaga kebersihan, rutinitas ini melatih bayi terbiasa dengan sentuhan di area mulutnya. Kebiasaan positif ini akan mempermudah proses menyikat gigi ketika gigi pertama tumbuh nanti.
Cegah Penumpukan Sisa Susu di Mulut
Sisa susu yang menempel di gusi dan lidah bisa menjadi sarang bakteri. Jika dibiarkan, hal ini memicu peradangan dan bau mulut.
Lap Setelah Menyusu
Setelah menyusu, terutama sebelum tidur, lap lembut bagian gusi dan sekitar mulut bayi. Kebiasaan ini mencegah penumpukan bakteri dan menjaga keseimbangan mikroba alami di rongga mulut.
Peran Air Hangat dalam Membersihkan
Air hangat membantu melarutkan sisa susu tanpa perlu bahan tambahan. Hindari penggunaan tisu basah yang mengandung alkohol atau parfum karena bisa menyebabkan iritasi pada gusi bayi yang sensitif.
Saat Gigi Mulai Tumbuh: Gunakan Teether dengan Aman
Bayi yang mulai ngiler biasanya sedang mengalami fase pertumbuhan gigi. Ini sering kali membuat gusi terasa gatal atau nyeri.
Pilih Teether Bebas BPA
Gunakan teether yang aman dan terbuat dari bahan bebas BPA. Hindari mainan keras atau yang terlalu kecil karena berisiko tersedak.
Dinginkan, Bukan Dibekukan
Teether yang didinginkan di lemari es membantu menenangkan gusi bayi, namun jangan dibekukan karena suhu ekstrem bisa melukai jaringan gusi.
Hindari Gula & Pemanis yang Berbahaya
Kebiasaan memberi pemanis buatan pada bayi bisa berdampak buruk bagi kesehatan gusi dan gigi.
Jangan Oleskan Gula atau Madu ke Dot
Madu, gula, atau cairan manis lainnya bisa memicu pertumbuhan bakteri penyebab radang dan “nursing caries”, kerusakan gigi akibat menyusu dengan botol yang berisi susu manis saat tidur.
Biasakan Air Putih Setelah Menyusu
Setelah bayi selesai minum susu formula, bantu bilas mulutnya dengan air putih hangat menggunakan kain lembut untuk mencegah sisa gula menempel di gusi bayi.
Waspadai Tanda-Tanda Radang Gusi
Radang gusi bisa terjadi bahkan sebelum gigi tumbuh. Orang tua perlu peka terhadap tanda-tandanya.
Kenali Gejalanya
Jika gusi bayi tampak memerah, bengkak, atau muncul bercak putih di lidah dan gusi, bisa jadi itu tanda infeksi jamur (thrush). Bayi biasanya menjadi lebih rewel dan enggan menyusu.
Segera Konsultasi ke Dokter
Jangan menunda jika gejala tidak kunjung membaik. Dokter akan memeriksa penyebabnya dan memberikan penanganan yang aman sesuai usia bayi.
Saat Gigi Pertama Tumbuh: Mulai Menyikat Gigi
Biasanya gigi pertama bayi muncul di usia 4–7 bulan. Pada tahap ini, perawatan harus naik satu tingkat.
Gunakan Sikat Gigi Silikon
Sikat gigi silikon lembut dirancang khusus untuk gusi dan gigi bayi. Gunakan tanpa tekanan berlebihan agar tidak melukai jaringan.
Pasta Gigi Fluoride Seukuran Beras
Gunakan pasta gigi fluoride dalam jumlah kecil, kira-kira sebesar sebutir beras. Sikat dua kali sehari pagi dan malam untuk melindungi gigi dari karies.
Jangan Gunakan Obat Pereda Gusi Sembarangan
Beberapa produk pereda nyeri gusi mengandung benzocaine atau lidocaine, yang tidak direkomendasikan untuk bayi.
Risiko Efek Samping
Zat ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi jika tertelan. Oleh karena itu, penggunaan obat pereda harus berdasarkan saran dokter anak atau dokter gigi anak.
Alternatif Aman
Gunakan kompres dingin atau teether dingin sebagai alternatif alami untuk meredakan nyeri gusi tanpa efek berbahaya.

Rutin Periksa Kondisi Gusi Bayi
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sejak dini dan memastikan gusi bayi tumbuh sehat.
Ciri Gusi Sehat
Warna gusi bayi normalnya merah muda, tidak bengkak, dan tidak berbau. Jika muncul bau mulut kuat atau bercak putih, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.
Konsistensi adalah Kunci
Konsistensi perawatan harian akan membuat mulut bayi terbiasa dengan kebersihan dan mencegah masalah gigi di masa depan.
Merawat gusi bayi bukan sekadar rutinitas, tetapi investasi penting untuk kesehatan jangka panjang. Dengan mengikuti delapan langkah di atas, orang tua membantu menciptakan fondasi kuat bagi pertumbuhan gigi yang sehat dan senyum pertama bayi yang penuh kepercayaan diri.